Langkah Kuda Asnul ZA, Pejabat PJOK Padang
Jumat, 10 Juni 2011 - 23:24:29 WIBLangkah Kuda Asnul ZA, Pejabat PJOK Padang
Langkah-langkah Pejabat PJOK Kota Padang ini terkesan menabrak sebuah kelaziman dan hal-hal tabu dalam praktik Petunjuk tekhnis pelaksanaan BLM RR. Asnul tampaknya sudah semakin gerah dan muak terhadap persoalan-persoalan BLM RR yang terus menjadi buah bibir di tengah masyarakat, sehingga ia berusaha mencari terobosan-terobosan baru untuk menyelesaikan pencairan BLM rehab-rekon gempa. Untuk pencairan tahap tiga ini semua pihak bertanggung jawab ikut terlibat mengawasi pencairan. Dimana pada tiap kelurahan akan diadakan sidang pleno untuk menyelesaikan semua keluhan di masyarakat.
Gaya bicaranya yang ceplas-ceplos dalam merespon setiap kejadian, menjadi daya tarik sendiri bagi para pemburu berita, sehingga tidak heran, setiap statementnya selalu menjadi sorotan dan ulasan media. Langkah kontroversi Asnul yang akhir-akhir ini menjadi perhatian publik berawal dari kasus Teguh Santoso yang terindikasi terlibat penyelewengan BLM RR di Dadok Tunggul Hitam.
Langkah Asnul yang secara sukarela diperiksa di Polsek terkait kasus Teguh Santoso sontak menjadi bahan pemberitaan yang menimbulkan polemik. Di depan faslitator dan puluhan media massa, dengan enteng dan lugas Asnul menjelaskan duduk perkara terkait dugaan penyelewengan BLM RR tahap II oleh Teguh Santoso. Dalam konferensi pers tersebut, dengan santainya Asnul menjawab tuduhan terhadap dirinya tidak punya kekuatan hukum alias batal secara hukum.
Selain itu, sebagian kalangan juga mempertanyakan motif dibalik langkah Asnul ini. Kenapa baru sekarang dilakukan di saat sedang santer-santernya pemberitaan kasus Teguh dan beberapa fasilitator lainnya terkait kasus penyelewengan dana gempa. Inilah yang menjadi perdebatan di masyarakat, bahkan tidak sedikit yang menuduh Asnul sedang mencari popularitas dan pencitraan semata.
Ternyata, tidak hanya sampai di sini saja, gebrakan Asnul yang membuat fasilitator dan ketua Pokmas kocar-kacir, langkah kuda Asnul semakin kencang berpacu. Dituding telah menikmati dan rehab-rekon Asnulpun segera mendatangi panggilian polisi terkait tentang keterlibatannya selaku Pejabat PJOK Padang.
Jika ditelusuri ke belakang, sebenarnya tidak hanya sekarang ini Asnul melakukan gebrakan-gebrakan untuk mengatasi problema Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Padang bahkan ketika menjadi Lurah Rawang.Hingga sekarang, sejak menjabat pejabat PJOK Padang, berbagai terobosan baru telah diciptakan Asnul di tengah-tengah merosotnya kepercayaan dan harapan publik terhadap PJOK Padang mulai anak kecil, pemuda dan orang dewasa. Prilaku Asnul seolah-olah menjadi titik cerah yang mampu memecah kebuntuan dan keputusasaan terkait pencairan dana rehab-rekon tahap II.
Masih segar di ingatan publik dengan keberanian Asnul memebuhi panggilan Kapolsek Lubeg di polsek Lubeg untuk menjadi saksi selaku Ketua PJOK Kota Padang. Kemudian langkah cepat Asnul untuk segera melakukan pencairan dana gempa atas berbagai tuduhan dan cercaan tentang praktik penyelewengan dana gempa 2009. Bahkan baru-baru ini, tanpa tedeng aling-aling ia menantang orang lain untuk menduduki kursinya selaku Pejabat PJOK Kota Padang tapi tidak satupun yang berani menjawab tantangan Asnul. Sungguh sebuah keberanian dan kepercayaan diri yang luar biasa, tanpa ada rasa takut bahkan sangat bersahabat terhadap kepada siapapun.
Oleh karena itu, sepak terjang Asnul saat ini dan ke depannya akan sangat menarik untuk dicermati, apalagi sebagian kalangan sudah menggadang-gadang dia untuk menjadi Orang nomor satu di Kota Padang. Fakta ini tentu saja bukan isapan jempol semata, mengingat belum ada Ketua PJOK yang semumpuni Asnul dalam urusan leadership, kewibawaan, dan popularitas. (Rahmat)
Baca juga :
Jumat, 10 Juni 2011 - 23:24:29 WIB

Langkah-langkah Pejabat PJOK Kota Padang ini terkesan menabrak sebuah kelaziman dan hal-hal tabu dalam praktik Petunjuk tekhnis pelaksanaan BLM RR. Asnul tampaknya sudah semakin gerah dan muak terhadap persoalan-persoalan BLM RR yang terus menjadi buah bibir di tengah masyarakat, sehingga ia berusaha mencari terobosan-terobosan baru untuk menyelesaikan pencairan BLM rehab-rekon gempa. Untuk pencairan tahap tiga ini semua pihak bertanggung jawab ikut terlibat mengawasi pencairan. Dimana pada tiap kelurahan akan diadakan sidang pleno untuk menyelesaikan semua keluhan di masyarakat.
Gaya bicaranya yang ceplas-ceplos dalam merespon setiap kejadian, menjadi daya tarik sendiri bagi para pemburu berita, sehingga tidak heran, setiap statementnya selalu menjadi sorotan dan ulasan media. Langkah kontroversi Asnul yang akhir-akhir ini menjadi perhatian publik berawal dari kasus Teguh Santoso yang terindikasi terlibat penyelewengan BLM RR di Dadok Tunggul Hitam.
Langkah Asnul yang secara sukarela diperiksa di Polsek terkait kasus Teguh Santoso sontak menjadi bahan pemberitaan yang menimbulkan polemik. Di depan faslitator dan puluhan media massa, dengan enteng dan lugas Asnul menjelaskan duduk perkara terkait dugaan penyelewengan BLM RR tahap II oleh Teguh Santoso. Dalam konferensi pers tersebut, dengan santainya Asnul menjawab tuduhan terhadap dirinya tidak punya kekuatan hukum alias batal secara hukum.
Selain itu, sebagian kalangan juga mempertanyakan motif dibalik langkah Asnul ini. Kenapa baru sekarang dilakukan di saat sedang santer-santernya pemberitaan kasus Teguh dan beberapa fasilitator lainnya terkait kasus penyelewengan dana gempa. Inilah yang menjadi perdebatan di masyarakat, bahkan tidak sedikit yang menuduh Asnul sedang mencari popularitas dan pencitraan semata.
Ternyata, tidak hanya sampai di sini saja, gebrakan Asnul yang membuat fasilitator dan ketua Pokmas kocar-kacir, langkah kuda Asnul semakin kencang berpacu. Dituding telah menikmati dan rehab-rekon Asnulpun segera mendatangi panggilian polisi terkait tentang keterlibatannya selaku Pejabat PJOK Padang.
Jika ditelusuri ke belakang, sebenarnya tidak hanya sekarang ini Asnul melakukan gebrakan-gebrakan untuk mengatasi problema Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Padang bahkan ketika menjadi Lurah Rawang.Hingga sekarang, sejak menjabat pejabat PJOK Padang, berbagai terobosan baru telah diciptakan Asnul di tengah-tengah merosotnya kepercayaan dan harapan publik terhadap PJOK Padang mulai anak kecil, pemuda dan orang dewasa. Prilaku Asnul seolah-olah menjadi titik cerah yang mampu memecah kebuntuan dan keputusasaan terkait pencairan dana rehab-rekon tahap II.
Masih segar di ingatan publik dengan keberanian Asnul memebuhi panggilan Kapolsek Lubeg di polsek Lubeg untuk menjadi saksi selaku Ketua PJOK Kota Padang. Kemudian langkah cepat Asnul untuk segera melakukan pencairan dana gempa atas berbagai tuduhan dan cercaan tentang praktik penyelewengan dana gempa 2009. Bahkan baru-baru ini, tanpa tedeng aling-aling ia menantang orang lain untuk menduduki kursinya selaku Pejabat PJOK Kota Padang tapi tidak satupun yang berani menjawab tantangan Asnul. Sungguh sebuah keberanian dan kepercayaan diri yang luar biasa, tanpa ada rasa takut bahkan sangat bersahabat terhadap kepada siapapun.
Oleh karena itu, sepak terjang Asnul saat ini dan ke depannya akan sangat menarik untuk dicermati, apalagi sebagian kalangan sudah menggadang-gadang dia untuk menjadi Orang nomor satu di Kota Padang. Fakta ini tentu saja bukan isapan jempol semata, mengingat belum ada Ketua PJOK yang semumpuni Asnul dalam urusan leadership, kewibawaan, dan popularitas. (Rahmat)
Baca juga :

