Untitled Document

minangkabaunews
Redaksi | Info iklan | Disclaimer | Kontak
Minggu, 20 Mei 2012
Nelayan Harap Jatah Solar Subsidi
Minggu, 24 Juli 2011 - 14:40:09 WIB Nelayan Harap Jatah Solar Subsidi

Padang, MNC -- Nelayan di Kota Padang, Sumatera Barat, hingga kini masih berharap kepada PT Pertamina agar mengalokasikan jatah bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dengan harga subsidi.

"Sekitar 15 ribu orang lebih nelayan tradisional di Padang hingga sekarang ini masih kesulitan memperoleh solar bersubsidi," kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Padang, Azwin pagi ini.

Selama ini, menurut dia, para nelayan Padang yang hendak melaut hanya mengandalkan pasokan solar dari pedagang pengecer dengan harga berkisar antara Rp5.000 hingga Rp6.000 per liter, atau lebih tinggi dibanding harga solar bersubsidi yang ditetapkan pemerintah rata-rata Rp4.500 per liter.

Perbedaan antara harga solar yang ditawarkan pedagang pengecer dengan harga solar subsidi tersebut kerap dikeluhkan nelayan setempat, karena dipastikan akan menambah beban operasional mereka saat hendak melaut.

Selain itu, katanya, volume solar yang ditawarkan pedagang pengecer relatif terbatas dan pasokannya kurang lancar.

Untuk memenuhi kebutuhan nelayan terhadap solar bersubsidi, dia minta kepada Pertamina Region I Sumut perlu merealisasikan pembangunan beberapa unit solar packed dealer nelayan (SPDN) di pesisir daerah itu.

Azwin menambahkan, pihak HNSI Kota Padang juga telah mengajukan surat kepada Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) agar turut berperan merealisasikan pembangunan infrastruktur yang memadai untuk memudahkan nelayan mendapatkan bahan bakar minyak jenis solar.

Wilayah pesisir Kota Padang yang mendesak untuk dibangun SPDN, di antaranya di sekitar Kecamatan Kecamatan Hamparan Pantai Padang, Pantai Bungus dan Teluk Kabung.

"Pendirian SPDN sebagai penyalur solar bersubsidi di Deli Serdang efektif mengurangi beban biaya operasional nelayan setempat di tengah volume tangkapan hasil laut yang sejak beberapa tahun terakhir cenderung menurun akibat maraknya aktifitas penangkapan dengan menggunakan pukat trawl," ujarnya.

Baca juga :
  • Pameran Rumah Aman Gempa di Festival Dragon Boat
  • Ratusan Polwan Di Padang Gelar Aksi Green City
  • Listrik Mati Ramadhan Lukai Hati Umat
  • Merasa 'Diacuhkan' Wako, Pedagang Ngadu Ke Gubernur
  • Anak Di Sumbar Belum Hidup Layak



  •  
    website murah
     
    Terkini
    Terpopuler
    Untitled Document
     
    Redaksi | Info iklan | Disclaimer | Kontak

    | Pos Polisi | BNK Padang | Pariwisata | Kesehatan | Kosmo | Kriminal | Olahraga | Nasional | Otomotif | Bola | Makan | Metro | ShowBiz | Sosial | Internasional | Peristiwa | Pendidikan | Ekonomi | Seni Budaya | Opini | Muhammadiyah | Bisnis | Minangkabau | Daerah | Perempuan | Tokoh | Teknologi | Politik
     
    Copyright 2012 - MinangkabauNews All Rights Reserved    
      facebook twitter